Cerbung aliando prilly | remember of rain
Remember Rain
part 1
#RR_Ayay
#RR01
.
"Prilly!!!!!" Sentak ali dari dalam kamar. Ali, Aliando syarief adalah suami prilly, Prilly latuconsina.
Meskipun sudah hidup 6 bulan bersamanya, prilly tidak pernah mendapat perlakuan yang selayaknya para istri dapatkan.
Prilly solah olah pembantu, yang membangunkannya tiap pagi untuk pergi berangkat kerja, mengepel, menyapu dan kegiatan rumah lainnya.
Walaupun seprti itu, prilly tetap sabar melakukannya karena itu adalah tugas seorang istri yaitu melayani suami.
Walaupun sudah hidup bersama selama 6 bulan, ali tidak pernah menyentuhnya sama sekali. Bisa dibilang, kini prilly masih gadis prilly pun berjalan menghampiri ali yang sedari tadi berteriak. Perlahan knop pintu dibukanya.
.
"A-a ada apa?" Tanya nya gugup saat melihat tatapan ali yang sengit solah ingin membunuh. Prilly pun mendekatinya dengan langkah perlahan.
.
"Bisa gak, kalo dipanggilin itu langsung dateng? Bisa gak? Lo punya kuping gak budek kan? Gak kan!!!!" Bentaknya sambil berkacak pinggang dan menatap prilly dengan tatapan hampir membunuh bila kesabarannya sudah sampai batasnya! Prilly menahan isak tangisnya, ia tak ingin terlihat cengeng dan tak ingin pula bila ali harus mengeluarkan kata2 kasar lagi saat ia tau bahwa prilly menangis.
.
"Maaf! Tadi aku lagi didapur. Jadi gak denger kalo kamu panggil aku!" Ucapnya sambil menahan butiran air matanya.
"Gak usah banyak alesan! Bilang aja lo udah males urusin gue lagi?! Iya kan?!!" Sentaknya sekali lagi.
"Gue gak mau ambil pusing! Mending daripada lo diem disitu sambil nahan air mata lo yg lemah itu. Sekarang cepat bikinin gue teh hangat!!!" Sambungnya sekalilagi.
Prilly hanya bisa mengangguk sambil menahan isak tangisnya. Sebegitu benci kah ali padanya? Memang apa salahnya? Mengapa ali harus nerima perjodohan itu?! Mengapa ia tak bisa melerainya? Kalau tau akan terjadi seperti ini, mungkin prilly tdk akan memerima perjodohan itu. Ah, sekalilagi takdir dan nasib. Takdir yang memeprtemukan mereka dan nasib seperti inilah yang prilly terima, yaiti diperlakukan seolah pembantu.
.
Prilly melirik kesana dan kesini untuk mencari gula, namun nihil. Ternyata gula sedang kehabisan stock! Bagaimana ini?! Sedangkan ali sedang menunggunya. Akhirnya prilly pun memberanikan diri untuk menemui suaminya.
.
Dengan langkah perlahan, sekaligus menyiapkan mental. Perlahan dibukanya kembali knop pintu itu tanpa ada nampan ataupun minuman yang dibawanya.
"Ali gula habis, aku lupa beli stock gu.." belum sempat prilly melanjutkan kata2nya, dgn cepat ali langsung memotongnya.
.
"Terus kenapa kalo gula habis? Ko tuh gula bisa habis? Lo kemanain tuh uang belanja, atau jangan2 uang belanja lo pake buat jalan bareng temen2 lo! Iya kan?!" Bentaknya.
"Nggak li, aku beneran gak ngecek perlengkapan didapur" ucapnya sambil menitik air mata. Prilly sudah tak kuasa menahan isak tangisnya yang sedari tadi. Yg ditahan akhirnya buncah juga dan itu membuat ali semakin membencinya.
.
"Hapus air mata sialan lo itu! Gue gak suka liat air mata buaya andalan lo itu! Itu gak mempan buat gue merasa iba sama lo!" Ucap ali sambil menunjuk dengan telunjuknya ke arah hidung prilly.
"Dan satu lagi, gue gak mau denger alesan apapun! Sekarang lo pergi ke warung buat beli gula!" Lanjutnya.
"Tapi diluar hujan li."
Ucapnya dengan air mata yg semakin deras membelai pipi chubby nya. "Gue gak mau denger alesan apapun dari lo. Mau ujan ke, nggak ke itu ya derita lo!" Ucapnya sambil mendorong tubuh mungil prilly keluar.
.
-To Be Continue!
Silahkan berkomentar tetapi jangan spam
EmoticonEmoticon