Showing posts with label prilly. Show all posts
Showing posts with label prilly. Show all posts

Cerbung aliando & prilly | remember of rain part 4

Cerbung aliando & prilly | remember of rain

Remember Rain
partt 4

#min_ayay

Note: tinggalkan jejak sebelum baca dan sesudah baca😉
.
"Duh tinggi banget sih!" Omel prilly saat ia mencoba mengacungkan tangannya sekuat tenaga untuk mencapai lemari diatas.

"Aduh! Ini ketinggian sih ali taro lacinya, jadi gak nyampe kan!" Omelnya sekali lagi.

"Mungkin lo nya yang terlalu pendek!" Jawab ali tanpa sepengetahuan prilly, ia memerhatikannya sejak tadi. Prilly hanya diam mendengar ejekan ali, ia tak mau mengeluarkan kata2 yg bodoh lagi.

Cukup kemarin ia mengeluarkan kata2 yg aneh2 shg membuat ali *errr sudahlah abaikan saja😂
.
prilly terus saja menggapai laci yang diatas itu. Ia malu jika meminta pertolongan pada ali. Prilly gengsi jika memintanya duluan, ia ingin ali sadar akan kesulitannya.
.
Tanpa aba-aba dari prilly, ali langsung menghampiri prilly yang sedari tadi jingjit.
"Mau gue bantuin? Mumpung gue lagi baik!" Tawarnya datar.
"Siapa sih yg menolak pertolongan?!" Prilly malah menjawabnya dg pertanyaan!
Ali langsung kearah prilly. Begitu cepat pergerakan ali sehingga posisi prilly tak dapat berputar karena ia tadi menghadap ke arah ali.

"Aduh! Li geser dikit dong!" Pintanya. Ali tak memperdulikan pinta prilly. Alipun berhasil menemukan obat-obatan.
"Nih!" Ucapnya sambil menyerahkan beberapa obat untuk prilly.

"Makas...! Akhhhh!" Belum sempat menyelesaikan ucapannya, prilly terjatuh dari bangku kecil yg ia taiki tadi. Hingga posisinya saat ini prilly berada di atas tubuh ali. Ali menatap intens wajah prilly, begitu dalam tatapan yg ali berikan untuknya. Ini pertama kalinya ali menatapnya seperti itu.

Mata hitam nan teduh itu bertemu dengan mata musim gugur yg indah. Mereka saling diam dalam tatap mata yg sulit diartikan.

Dan!! Mereka juga tak sadar dengan posisi mereka saat ini. Cukup lama mereka saling menatap, hingga knop pintu pun terbuka perlahan, dan nampaklah ibu mertua prilly alias mama resi atau kerap disapa mama eci. Mama eci terkejut melihat posisi mereka saat ini. Bisa-bisanya putra dan menantunya ingin berhubungan intim di dapur dg posisi yg tak wajar. 'Pikir mama eci'.
.
.
"Ekhmm!! Pak, Buk. Kalo mau kaya gituan tau posisi dong! Ini dapur dan cuaca juga masih pagi.. pffttt!" Ejek mama eci sambil menahan tawa di perkataan terakhirnya. Ali maupun prilly sontak terkejut melihat mama eci yg tanpa mengasih kabar terlebih dahulu untuk datang kerumah mereka sepagi ini.

Prilly pun terkejut mendapati posisinya saat ini, ia langsung bangun dari tubuh ali.
"I.. ini gak benar apa yg mama pikirkan! Tadi aku jatuh dan ali ada didepan aku." Jelas prilly. Mama eci hanya tersenyum nakal. Alipun menatap prilly sengit seperti tatapan biasa yg ia berikan. Kemanakah perginya mata hitam nan teduh itu merantau? Apakah tatapan itu akan kembali?! Biarkan waktu yg menjawab.
.
"Mama gausah berfikir yg macam2, ali mau mandi dulu! Nanti takut kesiangan!" Pamitnya dengan wajah datar.
"Cepet2 kasih mama cucu dong li!!!!!!" Teriak mama ci pada anaknya sekaligus menggodanya. Ali tak memperdulikan ucapan mamanya.

"Prilly? Kapan nih make a baby sayang? Mama udh gak sabar nimang cucu." Pinta mam eci yg membuat pipi prilly merah merona.

"Aduh sayang! Pipi ko merah gitu sih?" Goda mama eci sambil tersenyum nakal.
"Eh, ah.. ini, emm. Anu..! Hehe, ko mama dateng ga bilang2 dulu? Dan mama gak kasih kabar lagi."
"Mama udh ketuk pintu berkali-kali prill! Tapi gak dibukain.

Eh tau taunya lagi... pfffttt! Lagi mau mak.."
"Udah mah, prilly mau siapin baju kerja ali dulu." Ucap prilly memotong ucapan sang mertua, bukannya tak sopan, tapi prilly ingin mama nya salah paham dan membuat ali akan bersikap kasar.

Mama eci hanya geleng2 melihat perilaku mantunya yg terlihat sangat gugup itu. Mama eci pun pergi ke ruang tengah.
.
@kamar ali
Ali pun keluar dari kamar mandi dg handuk yg ia belitkan dari pinggang sampai lutut. Prilly melihat tubuh atletis ali yg begitu menawan, apalagi rambutnya yg basah hingga menampilkan kesan sexsy *bayangkan ajah😂 prillu terus saja menelan salivaanya saat ali yg nendekatinya hingga prilly yg tadinya terdiri sampai terduduk di pinggir ranjang.

Mama eci langsung membuka knop pintu kamar ali.
"Aliii? Kamu? Kamu sejak kapan mesun gini? Kamu gak cukup pas di dapur tadi? Oh iya, mama lupa. Kan mama td ganggu kalian dan kalian gagal deh." Goda mama eci
"Apaan sih mah! Ali cuma mau ngambil baju yg dibelakang prilly. Prilly nya aja yg berdiri terus duduk didepan ali, gak mau minggir lagi." Jawabnya. Mama eci hanya tersenyum

"Jangan ngeles terus deh li"
"Terus mama kenapa kesini?" Tanya ali pd mamanya
"Ah, eh. Anu. Prill, mama cuma bingung. Ko kamar nya ada dua ya? Emang prilly udh hamil li?" Tanya mamanya penuh curiga. Ali maupun prilly sama2 kaget saat mendengar penuturan mamanya.
"Ahh, anu mah.."

"Iya prilly udh hamil, baru satu bulan ko. Jd ali sengaja udh bikin kamar buat babynya" alasan ali yg memotong ucapan prilly dan membuat mama eci tersenyum lega.

"Akhirnya menantu mama hamill juga. Mama udh gak sabar nungguin cucu." Ucap mama eci yg sangat.. sangat begitu senang. Bukannya ali ingin membohongi mamanya. Ia tak ingin mamanya tau hal yg sebenernya. Tentu saja rentetan perkataan ali sukses membuat prilly cengo.
"Hamill?" Ucapanya tanpa suara. Ali hanya mengedipkan matanya.
"Udah ya mah, skrg mama keluar. Aku mau pakai baju." Pinta ali yg mulai bosan.
"Ok.ok. akhirnya lakuin apa yg mama mau li." Ucap mama eci yg pergi meninggalkan mereka berdua. Setelah mama eci benar2 keluar dan menutup pintu kamar ali, ali membuka suaranya. Dan itu menghentikan langkah prilly yg sempat ingin pergi dr kamar.

"Kamu lakuin aja apa yg aku ucapkan! Aku gak ingin mama tau klo kita pisah ranjang. Dan lo! Jgn coba2 ngadu ke mamah!" Ancamnya dg telunjuk yg ia arahkan ke wajah prilly. Prilly hanya mengangguk lalu pergi keluar kamarnya. Terkadang prilly suka bingung terhadap ali.

Kadang ia menggunakan kata "aku-kamu" dan kadang juga "lo-gue" bahakan kadang lembut dan kadang kasar maupun fisik ataupun lisan.
.

-ToBeContinued!!

Sampai disini dulu cerbungnya, kalau suka tinggalkan komentar, dan saya akan melamkljutkannya lagi.

Cerbung aliando & prilly | remember of rain part 3

Cerbung aliando & prilly | remember of rain

Remember Rain
part 3

#min_ayay

Note: jangan lupa tinggalkan komentar sebelum dan sesudah baca😉.
.
Matahri terus saja menerobos celah jendela kamar milik beralis tebal serta bulu mata lentik. Ya, siapa lagi kalau bukan aliando, suami dari prilly.

Ali meraba tempat disebelahnya, tak ada org yg menaminya ketika tidur ternyata. Ali memang tidur misah dengan prilly, tapi kenapa lg malam ia merasakan sosok prilly sedang tidur disebelahnya? Apa mungkin ia mimpikan prilly? Tapi, sejak kapan dia memimpikan prilly?!! Ahhh kenapa semuanya seperti ini? Kenapa prilly berani menanyakan kenapa ali tak menceraikannya?!

Kenapa prilly berfikir sampai kesitu? Ali menangis untuk yang pertama kalinya. Ia pun tak tau kenapa ia menangis, apalagi mengingat kejadian malam prilly memintanya menceraikannya, hatinya begitu sesak ketika prilly melontarkan kata2 itu. Perkataan prilly semalam sukses terputar seperti kaset di otaknya.
.
'Akhhh!!!!' Erangnya sambil menjambaki rambutnya yg tebal itu. Ia pun mencari sosok prilly yg semalam ia tinggalkan di dapur sendiri.
.
"Prilly!!" Teriaknya sambil berkacak pinggang. Tak ada jawaban apapun dari dalam dapur. Ali pun membuka knop pintu secara perlahan. Dibukanya pintu itu, dan menampilkan sosok bidadari tak bersayap sedang tergeletak di lantai. Ali langsung menghampirinya. Prilly terlihat lemas bak org tidak dikasih makan setiap hari.
"Prilly? Hey! Bangun!" Ucapnya sambil menepuk pelan pipi chubby prilly. Selang beberapa menit, prilly tak kunjung bangun. Di tempelkan punggung tangannya pd kening prilly.
.
"Prill? Lo demam knp gak bilang si? Kalo lo sadarkan lo bisa ambil sendiri obatnya! Dan gue? Gak harus repot-repot gendong lo!" Ucapnya terhadap prilly yg terkulai lemas dilantai. Tanpa ali rasakan, mimik wajahnya menampakan rasa iba terhadap prilly. Akhirnya ali menggendong prilly kekamarnya.

Satu persatu ia menaiki tangga dan pelan-pelan, karena jujur saja biarpun prilly mungil tetap badannya terasa berat ketika diangkat. Ali menggendong prilly bak anak kecil sedang digendong *tau kan? ali menggendongnya dg posisi prilly dan ali saling berhadapan *awww😂jan gesrek yeh! ali membukakan pintu kamarnya, dan pintupun terbuka.

Dengan buru-buru ali menaruh prilly diatas kasur king sizenya. Hampir saja prilly jatuh, jika ia tak cepat sampai. Kaki ali terselandung karpet saat berlari kecil, untung dirinya sudah jatuh kekasur. Dan!!! Ia melirik kebawah, kini posisinya ali menindihi prilly hingga prilly mengernyit.
"Awhh!!" Ucap prilly sambil membuka matanya. Ia terkejut saat mendapati ali diatasnya.
"A-a- ali? Kam.."
"Suttt!! Kita kan udh sah prill!"
"Tap-tapii kan li?"
.
.
Ali semakin mendekatkan wajahnya pd wajah prilly.
.
"Ali!!" Ucapnya sambil menutup mulut ali. Ali tak memperdulikannya. Iya semakin mendekat...
.
mendekat
.
Dekatt
.
Lebih dekat
.
Semakin dekat
.
.
.
Dan !!!!!!!!!!!!!!!!!!
.
"Haciiim!" Prilly bersin ketika ali yg semakin dekat. Sontak kejadian itu membuat ali bangun dr tubuh prilly! Ia pun melirik prilly dg gerogi.
.
"Bilang dong kalo kamu lg flu.Terus gak sopan lagi bersin di depan muka suami."
"Hehe, maaf aku keceplosan li"
"Kamu udh mendingan kan? Yaudh sana pergi!" Titahnya tanpa melihat wajah prilly, pasti ali malu dg kejadian yg gagal barusan. Pipi prilly memerah ketika ali mendekatkan wajahnya, dan ia pun langsung pergi dari kamar ali utk menahan rasa malunya. Setelah prilly benar2 hilang dr kamarnya ali mengoceh sendiri.
.
"Apa yg gue lakuin barusan? Jadi gue kan yg malu!"
"Ahhh, gue emg bodoh!"
"Tapi gue lakuin itu supaya prilly hamil, dan gabakal minta cerai sama gue!"
"Ahhh tapi knp gue nekat sih?!"
"Seharusnya gue senend dong klo cerai dari dia?"

"Akhh!!! Pusing kepala gue!" Ocehnya sambil menggaruki kepalanya yg tak gatal.
.
.
Dari arah luar prilly mengelus dadanya.
"Selamat! Untung td gue bersin ada bagusnya juga.
Hehe" tawanya pelan sambil mengatur nafasnya. Prilly berjalan lari ke dapur untuk mengambil obat. Ia masih saja terrawa ketika melihat wajah ali yg kena semburannya alias bersin dan author pun bilang.

To Be Continue!!!

Cerbung aliando & prilly | remember of rain part 1

Cerbung aliando prilly | remember of rain
Remember Rain

part 1
#RR_Ayay
#RR01
.

"Prilly!!!!!" Sentak ali dari dalam kamar. Ali, Aliando syarief adalah suami prilly, Prilly latuconsina.
Meskipun sudah hidup 6 bulan bersamanya, prilly tidak pernah mendapat perlakuan yang selayaknya para istri dapatkan.

Prilly solah olah pembantu, yang membangunkannya tiap pagi untuk pergi berangkat kerja, mengepel, menyapu dan kegiatan rumah lainnya.
Walaupun seprti itu, prilly tetap sabar melakukannya karena itu adalah tugas seorang istri yaitu melayani suami.

Walaupun sudah hidup bersama selama 6 bulan, ali tidak pernah menyentuhnya sama sekali. Bisa dibilang, kini prilly masih gadis prilly pun berjalan menghampiri ali yang sedari tadi berteriak. Perlahan knop pintu dibukanya.
.
"A-a ada apa?" Tanya nya gugup saat melihat tatapan ali yang sengit solah ingin membunuh. Prilly pun mendekatinya dengan langkah perlahan.
.
"Bisa gak, kalo dipanggilin itu langsung dateng? Bisa gak? Lo punya kuping gak budek kan? Gak kan!!!!" Bentaknya sambil berkacak pinggang dan menatap prilly dengan tatapan hampir membunuh bila kesabarannya sudah sampai batasnya! Prilly menahan isak tangisnya, ia tak ingin terlihat cengeng dan tak ingin pula bila ali harus mengeluarkan kata2 kasar lagi saat ia tau bahwa prilly menangis.
.
"Maaf! Tadi aku lagi didapur. Jadi gak denger kalo kamu panggil aku!" Ucapnya sambil menahan butiran air matanya.
"Gak usah banyak alesan! Bilang aja lo udah males urusin gue lagi?! Iya kan?!!" Sentaknya sekali lagi.
"Gue gak mau ambil pusing! Mending daripada lo diem disitu sambil nahan air mata lo yg lemah itu. Sekarang cepat bikinin gue teh hangat!!!" Sambungnya sekalilagi.
Prilly hanya bisa mengangguk sambil menahan isak tangisnya. Sebegitu benci kah ali padanya? Memang apa salahnya? Mengapa ali harus nerima perjodohan itu?! Mengapa ia tak bisa melerainya? Kalau tau akan terjadi seperti ini, mungkin prilly tdk akan memerima perjodohan itu. Ah, sekalilagi takdir dan nasib. Takdir yang memeprtemukan mereka dan nasib seperti inilah yang prilly terima, yaiti diperlakukan seolah pembantu.
.
Prilly melirik kesana dan kesini untuk mencari gula, namun nihil. Ternyata gula sedang kehabisan stock! Bagaimana ini?! Sedangkan ali sedang menunggunya. Akhirnya prilly pun memberanikan diri untuk menemui suaminya.
.
Dengan langkah perlahan, sekaligus menyiapkan mental. Perlahan dibukanya kembali knop pintu itu tanpa ada nampan ataupun minuman yang dibawanya.
"Ali gula habis, aku lupa beli stock gu.." belum sempat prilly melanjutkan kata2nya, dgn cepat ali langsung memotongnya.
.
"Terus kenapa kalo gula habis? Ko tuh gula bisa habis? Lo kemanain tuh uang belanja, atau jangan2 uang belanja lo pake buat jalan bareng temen2 lo! Iya kan?!" Bentaknya.
"Nggak li, aku beneran gak ngecek perlengkapan didapur" ucapnya sambil menitik air mata. Prilly sudah tak kuasa menahan isak tangisnya yang sedari tadi. Yg ditahan akhirnya buncah juga dan itu membuat ali semakin membencinya.
.
"Hapus air mata sialan lo itu! Gue gak suka liat air mata buaya andalan lo itu! Itu gak mempan buat gue merasa iba sama lo!" Ucap ali sambil menunjuk dengan telunjuknya ke arah hidung prilly.

"Dan satu lagi, gue gak mau denger alesan apapun! Sekarang lo pergi ke warung buat beli gula!" Lanjutnya.
"Tapi diluar hujan li."

Ucapnya dengan air mata yg semakin deras membelai pipi chubby nya. "Gue gak mau denger alesan apapun dari lo. Mau ujan ke, nggak ke itu ya derita lo!" Ucapnya sambil mendorong tubuh mungil prilly keluar.
.
-To Be Continue!