Showing posts with label cerbung. Show all posts
Showing posts with label cerbung. Show all posts

cerbung bisma smashblast part 2 | kuatkan aku

kuatkan aku! cerbung bisma smashblast part 2





Tuhan? Apa Kau sedang menghukumku? Apa aku berdosa? Kenapa hidupku sepahit ini? Ini sudah seperti kutukan terhadapku, Ayahku membenciku, karena aku anak yang Bodoh! Lihatlah, Adikku Reza Anugrah, Dia selalu menjadi anak yang dinomor satu kan. Apakah aku tidak pantas merasakan kasih sayang kedua orangtua ku?' Deg.. Airmatanya menetes, lihatlah ia menangis tertahan, jika harus menyaksikan sang Adik diperlakukan istimewa oleh sang Ayah, sementara dirinya selalu dilupakan. Miris, kehidupannya begitu miris. Menyakitkan. “Sabar, bismanisku sayang.. Bisma harus jadi anak yang tangguh, si mbok yakin kelak den Bisma pasti akan sama seperti tuan muda Reza” terngiang jelas perkataan si mbok, ketika Bisma kecil, hidupnya sepahit itu. Sampai saat ini dia masih terpuruk dalam kisah pilunya ini. Sabar! Sabar! Sabar! Sudah bertahun-tahun Bisma harus sabar menghadapi kepahitan ini. Dia sudah besar, sudah memasuki dunia perkuliahan. Namun, sang Ayah masih saja tidak perduli terhadapnya. Harus sesabar apa? Bukankah manusia sering mengucap kalau sabar itu ada batasnya? --- Saat dipasar malam tempo lalu, disaat Bisma bertemu dengan Dipa, salah satu anggota genk cewek populer di kampus. Bisma merasa ada yang aneh dengan Dipa. “Lepasin tangan gue!” Cetus Dipa, saat Bisma menahan tangannya. “Lo belum jawab pertanyaan gue! Ngapain lo disini malem-malem?” Tanya Bisma. “Gu-gu-gue..” Dipa terlihat gugup. “Ah, gue tahu, ternyata selera lo rendahan juga ya?” Bisma bersikap dingin. Seketika Dipa memasang wajah kesal, saat Bisma berkata bahwa dirinya 'selera rendahan'. “Sialan lo! Lo juga sama! Ngapain lo disini? Dipasar malem ini? Apa bedanya gue sama lo? Sama-sama rendahan 'kan seleranya?” Dipa menyolot, membuat Bisma terdiam. “Gue gak mau debat sama lo!” Jelas Bisma. “Ya, gue juga gak mau debat sama lo!” Tegas Dipa. “Lo mau kemana?” Tanya Bisma mendadak seolah perduli. “Gue mau pulang!” Ucap Dipa, kemudian Dipa berlalu. Dipa terlihat kesal saat ia bertemu dengan Bisma tadi, sikap Bisma membuatnya benar-benar kesal. Padahal ini adalah pertemuan mereka yang pertama. Ralat, pembicaraan mereka yang pertama, tapi sudah berdebat saja, ya, itu karena Bisma bersikap dingin. Ya, memang begitulah watak Bisma. “Gila tuh cowok! Ngapain si Zhezhe naksir sama si Bisma! Cowok dingin kayak gitu, bikin males aja!!” Gumam Dipa. * Sesampainya dirumah, Dipa terlihat fokus kelayar ponselnya. Ya, dia sedang on instagram. Sesekali ia melirik profil @BK_senimancinta. Membuatnya terkagum-kagum dengan beberapa foto yang di aplod oleh @BK_senimancinta itu. Ah, sial! Dipa tidak tahu kalau itu adalah akun instagram pribadinya Bisma. Ya, memang semua orang tidak tahu kalau pemilik akun instagram @BK_senimancinta itu adalah Bisma Karisma. ---

Saat Bisma kembali pulang kerumahnya, ia terlihat dengan wajah yang begitu datar saja.

Ceklek, saat membuka pintu, Bisma melihat sang Ayah yang sedang duduk diruang tamu bersama Mama dan Adiknya, yang sedang asyik bercengkrama. “Bis..” Ucap Mama Cassma saat melihat Bisma yang berdiri diambang pintu utama rumah. Bisma hanya terdiam. “Dari mana saja kamu!! Jam segini baru pulang!! Sudah papah katakan! Sebaiknya kamu belajar! Supaya pandai! Jangan main keluyuran gak jelas!! Ini yang papah gak suka dari kamu!!” Bentak Pak Wisnu -ayahBisma- Deg.. Lagi-lagi lelaki paruh baya itu, memarahi Bisma. Bisma hanya diam saja, karena percuma saja kalau ia bicara, Ayahnya tidak akan pernah mau mendengarkannya. “Sudah, pah, jangan marahin Bisma..” Lerai sang Mama. “Mamah belain aja anak bodoh itu!!” Cetus sang Pak Wisnu. Bisma terdiam, dan bergumam dalam hati. “Kalau saja papah tahu, kemana langkah kaki ini berjalan tadi, pasti papah akan kaget, aku merindukan sikap manis Ayah, saat aku berumur 7 tahun, bukankah kita selalu menghabiskan waktu bersama di Pasar malam? tapi, rasanya aku tidak bisa mengatakan ini sama papah, karena aku rasa papah sudah tidak sayang lagi sama aku, cuma gara-gara aku pernah tidak naik kelas ketika kelas 4 SD! Pah, sebenarnya aku merindukan papah yang dulu, ketika papah mengajakku ke Pasar malem, bermain komedi putar disana, tapi, papah sekarang sudah membenciku, bahkan aku rasa papah sudah tidak menganggapku anak lagi” batin Bisma menjerit. “Pah, udah, kasihan kak Bisma pah,” lerai Reza. “Reza? Papah bangga sama kamu, kamu anak yang pandai! Tidak seperti kakakmu! Dia, bodoh!” Makinya. Deg.. Menangis tertahan itu sangat menyakitkan untuk Bisma. Mama cassma pun, terlihat menatap iba anak sulungnya itu. Mama cassma perlahan menghampiri anak sulungnya dengan wajah yang sendu. “Bis.. Masuklah kedalam kamar, kamu harus istirahat, kamu pasti capek, nanti mama antarkan makanan kekamar kamu ya..” Ucap mama Cassma begitu lembutnya, seraya mengelus pipi Bisma. Bisma tersenyum tipis, walaupun memang ia sedang menahan tangis. Ia masih beruntung bisa merasakan hangatnya kasih sayang mama-nya. --- Saat Bisma dikamar, ia terlihat murung, entahlah apa yang ia pikirkan, beban pikirannya begitu menumpuk. “Kak?” Tiba-tiba Reza masuk kedalam kamar Bisma. “Ya?” Singkat Bisma. “Gue minta maaf, selama ini bokap selalu mengistimewakan gue, sementara lo, lo selalu diasingkan sama bokap..” Jelas Reza. Bisma hanya tersenyum saja, tidak menjawab perkataan Reza. “Gue minta maaf sama lo kak..” Ucap Reza. “Lo tenang aja, gue udah biasa diginiin, jadi sudah terbiasa.. Hati gue udah jadi batu sekarang, gak akan lagi masuk kedalam hati perkataan bokap yang kadang bikin hati gue sakit! Lo jangan bikin bokap kecewa ya za! Lo harus terus jadi anak yang pandai!” Jelas Bisma. Reza tersenyum. Dan memeluk Bisma. “Sebenarnya gue iri sama lo za! Iri! Tapi, gue bisa apa?” Batin Bisma menangis. ---- Keesokan harinya, Saat dikampus, Bisma terlihat asyik membaca mading kampus yang menurutnya sangat menarik perhatiannya itu. “Artikelnya bagus-bagus!” Ucap Bisma. “Hei,” sapanya pada Bisma. “Eh, lo raf! Ada apa?” Tanya Bisma. “Sorry gue kemarin-kemarin marahin lo di Line!!” Ucap Rafael. “Santai..” “Eh, ini penampilan baru lo? Keren juga yak?” Rafael memuji penampilan Bisma yang saat ini mengenakkan headband dikepalanya. “Gue lagi pusing, mangkanya gue pake iket kepala gini..” Ucap Bisma terkekeh. “Njir, lo kasep kayak gini-lah..” Rafael memuji. “Biasa aja!” Singkat Bisma tersenyum tipis. “Yasudah, sore ini lo ikut gue ya, bis! Latihan basket barenglah, sama anak-anak yang lain, hehe” ajak Rafael, Bisma pun mengangguk saja, seraya mengangkat jempolnya. Sip. Ya, Rafael dan Bisma berteman akrab. Bisma hanya akrab dengan Rafael saja, karena menurutnya Rafael adalah orang yang tepat untuknya dijadikan teman akrab, karena sikap Rafael yang begitu solid. --- Saat dilapangan Basket yang tak jauh dari kampus. Rafael mengajak Bisma untuk bermain Basket sore ini. Nampaknya sangat mendukung sekali udara sore ini, cerah. “Sial!!!!! Gue ditolak mentah-mentah!!! Parah!! Arg!!” Kesal ilham, memantulkan bola basket dengan kerasnya. “Gila lo, kenapa ham?” Tanya Rafael. “Biasa masalah cewek, tuh,” simple Rangga. “Yaudah lah! Masalah cewek doang! Cewek masih banyak ham!” Jelas Rafael. “Ya tapi, gue di tolak mentah-mentah bro!! Sakit inimah asli! Sakit!!” Kesal ilham. “Ditolak sama siapa?” Tiba-tiba morgan datang. “Sama fellysa!” Jelas ilham. “What???!!!” “Yaudahlah, biarin aja..” Ucap Rafael. Bisma nampak risi dengan group basket abal-abal ini, terlalu kekanak-kanakan menurutnya saat melihat tingkah Ilham yang seperti itu. Akhirnya Bisma memutuskan untuk duduk saja di tepi lapangan. Ia terlihat cuek, dan kembali fokus dengan layar ponselnya. “Bis..” Ucap Rafael dengan tangan yang memantul-mantulkan bola basket. “Heum?” Sahut Bisma yang masih fokus dengan layar ponselnya. “Lo gak mau maen bareng kita?” Tanya Rafael. “Lo aja deh, gue males!” “Kambuh lagi lo dinginnya!” Ucap Rafael. Bisma hanya diam saja, ia lebih fokus pada layar ponselnya. “Yaudah, gue mau main..!” Rafael berlalu, kembali bermain bersama teman-temannya yang lain. Lihatlah, Si Bisma masih saja fokus dengan layar ponselnya, apa yang ia perhatikan dalam ponselnya? Ia begitu serius menatap layar ponselnya itu. “Hei, bis, ini buat lo,” ucapnya memberikan sebuah minuman kemasan botol pada Bisma. “Lo?” Pekik Bisma. “Ini minuman buat lo,” ucapnya lagi. “Lo siapa?” Tanya Bisma. Seseorang tersebut langsung duduk disamping Bisma dengan wajah yang tampak ceria sekali. “Kenalin, bis, gue Zhezhe, lo tahu 'kan gue? Nama asli gue jessica! Tapi anak-anak lebih seneng manggil gue dengan nama Zhezhe.” Jelasnya. Bisma hanya mengangguk saja. “Zhezhe!!!!” Teriaknya, membuat Zhezhe dan Bisma tersentak. “Gue cariin lo kemana-mana, ternyata lo disini!!” Ucapnya. “Ada apa, sih, Dipa? Lo gangguin gue aja deh!” Kesal Zhezhe. “Udah ayok, ngapain lo disini, sama dia lagi, dia itu cowok nyebelin!” Cetus Dipa menunjuk kearah Bisma, Bisma tersenyum tipis. “Dasar cewek cerewet!” Ucap Bisma sangat pelan. “Apa lo bilang?” Tanya Dipa. “Nggak, gue gak bilang apa-apa. Yaudah, gue cabut, kalau lama-lama gue disini, bisa-bisa gue ketularan cerewet..” Maki Bisma, kemudian Bisma berlalu Dipa memandang kesal kearah Bisma yang kian berlalu itu. --- *Bisma POV on* Ingin rasanya Aku terbang menembus langit ke Tujuh. Ingin rasanya Aku memeluk gunung, apa daya tanganku tak sampai. Ingin rasanya aku memutar waktu, seandainya aku bisa memutar waktuku, aku ingin kembali pada waktu dimana Ayah begitu menyayangiku dengan tulus tanpa batas. Dan rasanya aku ingin menghapus dan mengutuk hari dimana Ayah pertama kali membenciku. Ya, pada saat aku kelas 5 SD! Itu menyakitkan jika aku mengingatnya. Sunggu bagai duri tajam yang menancap abadi dalam hatiku. Ayah, cintailah dan sayangilah Bisma seperti dulu. *Bisma POV off* --- Bisma kini sudah pulang. Namun, ia dikejutkan dengan sikap sang Ayah, yang begitu cetus terhadapnya. . “Bisma!! Sudah berapa kali papah katakan! Berhenti menggambar!!! Berhenti melukis!!! Kamu harus pandai! Kamu harus seperti adikmu!!” Sentaknya. . “Ada apa pah? Kenapa pah?” Tiba-tiba mama Cassma datang, melerai. . “Sudah mah! Papah tidak ingin melihat anak bodoh ini!!!” Sentaknya lagi. . Deg... Hati Bisma begitu sakit mendengar perkataan Ayahnya yang begitu tajam menusuk hatinya hingga remuk. . “Kenapa pah? Kenapa? Menggambar, melukis, itu kesenangan Bisma!! Bisma tidak sebodoh apa yang papah pikir!! Bisma memang tidak seperti Reza pah! Karena Bisma bukan Reza!! Papah saharusnya paham!! Aku capek pah, aku capek selalu saja seperti dianak tiri kan! Apa aku bukan anak kandung papah? aku mencintai seni pah!! Tolong ngertiin aku!! Aku tidak sebodoh apa yang papah pikir!!” Bisma angkat Bicara. . “Oh jadi sekarang kamu sudah berani melawan papah! Oke, kalau kamu masih bersikeras menggeluti hobby kamu yang hanya buang-buang waktu itu, kamu pergi dari rumah ini!!! Tinggalkan rumah ini!!!” Sentaknya. . Deg.. . “Pah, pah, jangan bilang seperti itu, Bisma itu anak kandung kita. Bis, kamu jangan pergi ya, jangan dengarkan apa yang papahmu katakan.” Lerai sang Ibu. . Bisma terdiam sejenak, . “Oke, Bisma akan pergi dari rumah ini! Suatu saat nanti Bisma akan membanggakan papah dan mamah, maaf kalau selama ini memang Bisma hanya merepotkan kalian saja..” Ucap Bisma bergegas kedalam kamar, untuk membereskan barang-barangnya, lalu pergi dari rumah. . “Bis, mamah mohon, jangan pergi, bis, jangan pergi, bis.. Mamah mohon...” Bu cassma memohon agar Bisma mengurungkan niatnya untuk pergi dari rumah. . . . . . Apa yang terjadi? Entahlah.

Cerpen cerbung bisma smashblast

Yuks baca! Ini cerbung bisma kusus smashblast


Kehidupan yang Bisma jalani sudah seperti sebuah misteri. Mengharuskan ia harus berlari menghindar rasa sakit yang menyerang hatinya. Namun, apa daya sekuat apapun dan sejauh apapun Bisma menghindar dari kisahnya yang pilu itu, rasa sakit itu terus menggerogoti relung hatinya. Hidupnya sudah seperti daun kering yang jatuh dari pohonnya, lalu terseret angin, kemudian terseret tak tentu arah, tapi anehnya daun kering tak berdaya itu tak pernah sedikitpun membenci angin, ia hanya pasrah dengan kisahnya yang mulai usang. Kehidupan Bisma penuh liku, onak, dan duri. Itu semua berawal dari sejak Bisma duduk disekolah dasar, ia harus bertahan di kelas 5 Sekolah Dasar, selama kurang lebih 2 tahun dia tak naik kelas, membuat sang Ayah malu memiliki anak seperti Bisma, maka dari itu Ayah Bisma menjadikan Mbok surti sebagai wali Bisma, karena Ayahnya tidak mau lagi sebagai wali murid Bisma. Kapan bahagia itu datang, entahlah. Saat ini, Bisma yang sudah memasuki bangku perkuliahan, membuatnya semakin bersikeras untuk membuktikan bahwa dirinya tidak sebodoh apa yang Ayahnya pikir. Bagai malam yang sunyi tiada berbintang, tanpa sinar Bulan purnama, tiada cahaya. Dunia sunyi hampa. Malam yang tiada berbintang ini, Bisma tengah asyik menatap layar Ponselnya, ya! @BK_senimancinta on instagram. Saat ini, Bisma sedang mengecek instagram pribadinya itu. Tak ada yang mengetahui kalau pemilik akun @BK_senimancinta adalah seorang Bisma karisma. Bisma merahasiakan hal tersebut, padahal itu adalah senjata untuk membuktikan kepada Ayahnya, bahwa anaknya ini sangat berbakat. Ketahuilah Followers instagram @BK_senimancinta sebanyak ratusan ribu followers, bahkan jutaan ribu. Bisma selalu mengaplod karyanya disitu. Saat ini, Bisma nengaplod Foto hasil karya tangannya, Bisma melukis suasana hatinya. Terlihat begitu indah karyanya itu, lalu Bisma mengabadikannya lewat sebuah foto yang ia aplod ke instagramnya itu. >>Aku, tangguh, Kuat, Penyayang, ya! Aku sayang ibuku, dia merawatku dari kecil, sabar, penyayang, tapi? Apakah aku bisa mengukir senyuman dibibir ibu? Kurasa butuh ektra, karena Ayah tak lagi menganggapku sebagai Anak<< Postingan @BK_senimancinta 15minutes ago. Foto lukisan pensil yang ia aplod dengan kalimat tersebut, membuatnya kebanjiran komentar. Banyak memuji karya Bisma, bahkan ada yang ingin dibuatkan lukisan oleh Bisma. Bagaimana tidak, sketsa pensil yang diaplodnya 15 menit lalu, membuat banyak orang tersentuh hatinya. Yang ia lukis adalah seorang anak kecil laki-laki yang wajahnya hanya separuh, dan berusaha mengejar hati sang Ayah, yang enggan menoleh kebelakang hanya sekedar melihat anak itu pun, tidak mau. Lalu, tiba-tiba muncul nama instagram @DipaGIRLAMOURS dikolom komentar Bisma, yang membuat Bisma terlihat terkejut “yaAmpun @BK_senimancinta, lukisan pensilnya keren, nyentuh banget!” kutipan komentar @DipaGIRLAMOURS. “Dia? Bukannya anggota genk GIRLAMOURS, ya! Cewek itu! Cewek yang dikenal beda dengan temen-temen genk nya itu” pikir Bisma, ia tak menyangka bahwa Dipa menjadi salah satu dari ribuan followersnya. Kemudian, Bisma langsung mengunjungi profil Dipa, hanya untuk mengestalk, apakah benar itu memang Dipa girlamours? Dan, ya..! Dia benar-benar Dipa teman satu kampus Bisma yang cukup populer itu. Kemudian Bisma melihat postingan Dipa, 1 menit yang lalu, yang isinya "Lagi-lagi Pria ini membuatku pusing, Toel @Rezanugrahsaja" kutipan postingan @DipaGIRLAMOURS, yang memosting sebuah foto surat cinta dari sang Reza Anugrah. “hhh~" Bisma menghela nafas panjang. “lagi-lagi Reza!” gumam Bisma. Tiba-tiba, @DipaGIRLAMOURS baru saja mengaplod foto yang ia ambil di Instagram Bisma. Dengan postingan “aku ingin bertemu dengan @BK_senimancinta.., sang seniman cinta yang aku kagumi.. Tolonglah.. Buatkan aku lukisan, biar aku senang, heu heu heu” isi postingan @DipaGIRLAMOURS. Dipa tak mengetahui kalau itu adalah akun pribadi BISMA. Membuat Bisma semakin terus mengestalk postingan Dipa yang telah lalu. Tak sadar, Bisma tersenyum sendiri saat melihat foto-foto Dipa. Ada beberapa foto yang membuat Bisma tak sadar tersenyum dengan sendirinya. Tiba-tiba, Mbok surti datang. “den? Ini simbok bawain teh manis anget..,” ucap mbok surti. “aden Bisma senyum-senyum sendiri, hayo den, lagi ngelihatin apa?” ledek mbok surti. “hehe, enggak mbok, aku lagi main instagram.. Teh nya simpan disitu aja mbok.., makasih ya mbok..,” ucap Bisma tersenyum kearah mbok surti. “oh lagi main insetageram..,” ucap mbok surti. “instagram mbok, bukan insetageram..” jelas Bisma terkekeh. "Itu maksudnya, hehe sori den, mbok gak ngerti yang begituan.. " mbok surti. "Oh iya, den, tuan sama nyonya tadi keluar sama den Reza, katanya sih, mau makan diluar, diner katanya.." jelas mbok surti memberitahukan Bisma, bahwa kedua orangtua dan juga adiknya keluar rumah hanya untuk mencari makan malam. Yatuhan? Kenapa Bisma tidak diajak? Kemudian, mbok surti pun berlalu. Kini, Bisma hanya bisa memberikan senyum palsu, bagaimana bisa kedua orangtuanya pergi dinner hanya mengajak Reza? Bisma tidak diajak? Padahal Bisma anak pertama mereka. Sungguh menyedihkan, menjadi seorang anak yang terbuang. Menjadi permata yang terbuang. Lalu, Bisma kembali mengecek instagramnya, tak sengaja melihat @Rezanugrahsaja mengaplod foto kebersamaan bersama kedua orangtuanya. Dan, lagi-lagi membuat Bisma harus menahan cemburu. "Cemburu ini? Sudah terlalu sering aku rasakan! Kenapa aku dibeda'kan? Kenapa selalu Reza diutamakan? Aku? Apakah aku sudah tidak berhak menginginkan kasih sayang kedua orangtuaku! Arg! Mungkin karena waktu itu! Aku sempat tidak naik kelas selama 2 tahun! Ayah sudah membenciiku! Aku harus apa Tuhan? Hidup dirumah mewah ini, tapi bagaikan hidup didalam gubuk tua yang sempit, sungguh menyesakkan!" Batin Bisma seakan menjerit. Dret...dreet... Suara getaran ponsel Bisma, tertanda pesan masuk. ~From Rafael: Bis? Gue mau masukin loe ke Grup Line kita, HantuPopuler, gue disuruh ZheZhe masukin loe bis, menurut zhezhe loe termasuk yang populer juga dikampus. Gue sebagai Leadernya, mau izin masukin loe ni, gimana mau?~ ~Bisma menjawab: silahkan, jika itu memang baik, apa boleh buat~ ~Rafael membalas: Oke!~ Pada akhirnya, Rafael memasukan Bisma ke Grup Line 'HantuPopuler' grup Line yang diresmikan oleh Rafael dan Bu Citra --DosenMuda-. Rafael satu fakultas dengan Bisma, maka dari itu ia mengenal Bisma. Dan, bagaiamana bisa zhezhe mengenal Rafael? Itu semenjak Rafael menjadi ketua grup line tersebut. Entahlah, Bu citra membuatkan grup Line tersebut hanya untuk sekedar sharing-sharing biasa. ~~~~Line: HantuPopuler Group~~~~ @Rafaell: pengumuman, gue masukin Bisma ke grup ini. @ilhamfauzie: nambah lagi nih, hantu populer.. @ZheZheGirlamours: Asyii, thanks ah~ @Rafael: iyah apa sih yang enggak buat zheku.. @alyssaGirlamours: ih rafael, line gue gak dibales-bales, tapi loe berkoar di grup ini bete! @Rafaell: apa sih, suka nyari gara-gara deh. @alyssaGirlamours: bete gue! Bete gue rafael! Gak ngerti! (9) @Rafaell: kenapa sih alysa? Loe marah sama gue? Abis nya loe sih yang pertama bikin gue marah. @alyssaGirlamours: kamu pacar aku, harusnya ngertiin dong Rafael ganteng manis baik hati! Kamu mah gak pekaa!!!! (6) @Rangga: waduh ada orang pacaran lagi ribut nih, seruhlah, ayo terusin! Biar lucu kayak warkop DKI (2) @ilhamfauzie: Ssst.. Rangga diem! Gue lagi serius bacanya nih, @Rafaell: kalian tuh apaan sih! @AlyssaGirlamours: rafaell, (999+) @Rafaell: apa sih? @alyssaGirlamours: gue benci!!! @Rafaell: yaelah ambekan ah, mana nih si bisma? Gara-gara dia gue jadi marahan sama cewek gue!!! Bis,,, keluar loe! Muncul!! @ilhamfauzie: perang nih.. @Rangga: asyiknih ada sinetron perang-perangannih... @dicky: ada apa sih, rame amat nih grup.. @Rangga: kemana aja loe ky? Ngupil aja sih loe!! @RereGirlamours: rangga jorrok ngupil ngupil !! ~@RereGirlamours Meninggalkan obrollan~ @ZheZheGirlamours: si rere mah jijian orangnya, baca upil aja udah kabur! @Rangga: apa salah dakuuu, tuhan? @ilhamfauzie: Rangga loe dipanggil dosen sekarang! @Rangga: masya? Cius loe? @IlhamFauzie: iyah dah! Udah cepetan sono! @Rafaell: bis!!!!! Keluar loe!!!! (9) @DipaGirlamours: raf? Kenapa loe nyalahin Bisma? @Rafaell: gara-gara gue masukin dia ke grup, gue jadi ributkan sama alyssa! @DipaGirlamours: lah, apa hubungannya sama bisma? Itu mah salah loe lah! Loe kenapa gak bales line nya dia? Lagian sih loe mah jadi cowok gak pekaan! Udah deh sekarang mendingan baikan sama alyssa! Loe mah ribut di grup, gak ngehargain gue apa? Gue juga pengen kali ribut sama pacar gitu sayangnya gue gak punya pacar! Ada juga cacar! Miris kan gue? @Rafaell: iyah gue yang salah, gue mau minta maaf! @DipaGirlamours: nah gitu dong, loe juga harus minta maaf ke bisma ya? Dia gak salah apa-apa, tapi loe tadi nuduh yang nggak-nggak deh. @Rafaell: siap dip! Loe bijak ah jadi malu gue -__- @DipaGirlamours: oke! @Rafaell: Dipa cantik, baik hati dan tidak sombong, loe beneran belum punya pacar? @DipaGirlamours: apaan sih bahas pacar? Loe mau ribut lagi sama alyssa? Mau loe?? @Rafaell: iya deh, maafin yak! @RezaAnugrah: gue calon pacarnya Dipa! ~~~~~ Bisma hanya melihat obrolan tidak jelas itu. Sesekali Bisma tersenyum saat Dipa menjadi bijak menasehati Rafael yang kadang-kadang selalu menyalahkan orang tanpa sebab dan kejelasan. Namun. Diakhir percakapan lagi-lagi ada Reza! Tak hanya itu, Reza mengaku kalau dirinya calon pacar Dipa. "Suntuk gue, keluar ah..." ucap Bisma bergegas keluar kamar. Tak sengaja, ia melihat sedikit perbincangan antara Ayah dan Ibunya. "Kelak yang akan menggantikan posisi papah diperusahan adalah Reza, dialah yang paling tepat" ucap Pak wisnu. Membuat bisma menjadi kebal dengan ucapan Ayahnya tersebut yang kerap melukai hatinya. Kemudian, Bisma pun keluar rumah entah kemana. Ia berjalan menelusuri trotoar yang mulai sepi itu. Namun, pertengahan perjalanan, ia menemukan sebuah pasar malam. Lalu hatinya bergegas untuk ke pasar malam itu, hanya sekedar menghibur diri yang sempat terasa rapuh. Bisma melihat semua wahan permainan yang terdapat di pasar malam ini, membuatnya mengingat sesuatu yang mungkin paling terindah dihidupnya. Ya! Sewaktu Bisma kecil, sekitar umur 7 tahun, Ayah Bisma mengajaknya ke pasar malam. Bisma bermain komedi putar ditemani sang Ayah kala itu. Ck! Namun, itu hanya sebuah bingkisan kalbu yang telah usang, hanya dapat dikenang, dan tidak mungkin bisa kembali ke masa itu. Bisma berdiri mematung di wahana permainan komedi putar, kemudian setelah ia sedikit mengenang masa lalunya, ia pun, membalikan badannya dan bergegas untuk kembali pulang kerumahnya, karena jika berlama-lama ditempat ini, membuat hati Bisma semakin hancur. Bruk...! Bisma menabrak seseorang yang berjalan didepannya. "Maaf..." ucap Bisma. "Aw.." rintihhhnya. "Bisma? Loe bisma, 'kan?" pekiknya. "Iyah!" ucap Bisma singkat. "Ngapain loe disini?" tanyanya. "Kenapa? Bukankah ini tempat umum? Seharusnya gue yang nanya dong, seorang Dipa ada ditempat seperti ini? " ucap Bisma dingin. "Dingin amat! Pantesan loe dicap cowok paling dingin di kampus! Ternyata emang dingin! Lagian si zhezhe kok bisa ya suka sama cowok kayak dia?" dumel Dipa pelan. "Apa loe bilang?" Ucap Bisma. "Nggak gue gak bilang apa-apa!" ucap Dipa "Gue tanya loe ngapain disini? Malem-malem? Gak takut kenapa-kenapa?" Bisma. "Yey, emangnya kenapa? Suka-suka gue dong..." ucap Dipa hendak berlalu, namun bisma menahan tangannya. Bersambung...

Cerbung aliando & prilly | remember of rain part 4

Cerbung aliando & prilly | remember of rain

Remember Rain
partt 4

#min_ayay

Note: tinggalkan jejak sebelum baca dan sesudah baca😉
.
"Duh tinggi banget sih!" Omel prilly saat ia mencoba mengacungkan tangannya sekuat tenaga untuk mencapai lemari diatas.

"Aduh! Ini ketinggian sih ali taro lacinya, jadi gak nyampe kan!" Omelnya sekali lagi.

"Mungkin lo nya yang terlalu pendek!" Jawab ali tanpa sepengetahuan prilly, ia memerhatikannya sejak tadi. Prilly hanya diam mendengar ejekan ali, ia tak mau mengeluarkan kata2 yg bodoh lagi.

Cukup kemarin ia mengeluarkan kata2 yg aneh2 shg membuat ali *errr sudahlah abaikan saja😂
.
prilly terus saja menggapai laci yang diatas itu. Ia malu jika meminta pertolongan pada ali. Prilly gengsi jika memintanya duluan, ia ingin ali sadar akan kesulitannya.
.
Tanpa aba-aba dari prilly, ali langsung menghampiri prilly yang sedari tadi jingjit.
"Mau gue bantuin? Mumpung gue lagi baik!" Tawarnya datar.
"Siapa sih yg menolak pertolongan?!" Prilly malah menjawabnya dg pertanyaan!
Ali langsung kearah prilly. Begitu cepat pergerakan ali sehingga posisi prilly tak dapat berputar karena ia tadi menghadap ke arah ali.

"Aduh! Li geser dikit dong!" Pintanya. Ali tak memperdulikan pinta prilly. Alipun berhasil menemukan obat-obatan.
"Nih!" Ucapnya sambil menyerahkan beberapa obat untuk prilly.

"Makas...! Akhhhh!" Belum sempat menyelesaikan ucapannya, prilly terjatuh dari bangku kecil yg ia taiki tadi. Hingga posisinya saat ini prilly berada di atas tubuh ali. Ali menatap intens wajah prilly, begitu dalam tatapan yg ali berikan untuknya. Ini pertama kalinya ali menatapnya seperti itu.

Mata hitam nan teduh itu bertemu dengan mata musim gugur yg indah. Mereka saling diam dalam tatap mata yg sulit diartikan.

Dan!! Mereka juga tak sadar dengan posisi mereka saat ini. Cukup lama mereka saling menatap, hingga knop pintu pun terbuka perlahan, dan nampaklah ibu mertua prilly alias mama resi atau kerap disapa mama eci. Mama eci terkejut melihat posisi mereka saat ini. Bisa-bisanya putra dan menantunya ingin berhubungan intim di dapur dg posisi yg tak wajar. 'Pikir mama eci'.
.
.
"Ekhmm!! Pak, Buk. Kalo mau kaya gituan tau posisi dong! Ini dapur dan cuaca juga masih pagi.. pffttt!" Ejek mama eci sambil menahan tawa di perkataan terakhirnya. Ali maupun prilly sontak terkejut melihat mama eci yg tanpa mengasih kabar terlebih dahulu untuk datang kerumah mereka sepagi ini.

Prilly pun terkejut mendapati posisinya saat ini, ia langsung bangun dari tubuh ali.
"I.. ini gak benar apa yg mama pikirkan! Tadi aku jatuh dan ali ada didepan aku." Jelas prilly. Mama eci hanya tersenyum nakal. Alipun menatap prilly sengit seperti tatapan biasa yg ia berikan. Kemanakah perginya mata hitam nan teduh itu merantau? Apakah tatapan itu akan kembali?! Biarkan waktu yg menjawab.
.
"Mama gausah berfikir yg macam2, ali mau mandi dulu! Nanti takut kesiangan!" Pamitnya dengan wajah datar.
"Cepet2 kasih mama cucu dong li!!!!!!" Teriak mama ci pada anaknya sekaligus menggodanya. Ali tak memperdulikan ucapan mamanya.

"Prilly? Kapan nih make a baby sayang? Mama udh gak sabar nimang cucu." Pinta mam eci yg membuat pipi prilly merah merona.

"Aduh sayang! Pipi ko merah gitu sih?" Goda mama eci sambil tersenyum nakal.
"Eh, ah.. ini, emm. Anu..! Hehe, ko mama dateng ga bilang2 dulu? Dan mama gak kasih kabar lagi."
"Mama udh ketuk pintu berkali-kali prill! Tapi gak dibukain.

Eh tau taunya lagi... pfffttt! Lagi mau mak.."
"Udah mah, prilly mau siapin baju kerja ali dulu." Ucap prilly memotong ucapan sang mertua, bukannya tak sopan, tapi prilly ingin mama nya salah paham dan membuat ali akan bersikap kasar.

Mama eci hanya geleng2 melihat perilaku mantunya yg terlihat sangat gugup itu. Mama eci pun pergi ke ruang tengah.
.
@kamar ali
Ali pun keluar dari kamar mandi dg handuk yg ia belitkan dari pinggang sampai lutut. Prilly melihat tubuh atletis ali yg begitu menawan, apalagi rambutnya yg basah hingga menampilkan kesan sexsy *bayangkan ajah😂 prillu terus saja menelan salivaanya saat ali yg nendekatinya hingga prilly yg tadinya terdiri sampai terduduk di pinggir ranjang.

Mama eci langsung membuka knop pintu kamar ali.
"Aliii? Kamu? Kamu sejak kapan mesun gini? Kamu gak cukup pas di dapur tadi? Oh iya, mama lupa. Kan mama td ganggu kalian dan kalian gagal deh." Goda mama eci
"Apaan sih mah! Ali cuma mau ngambil baju yg dibelakang prilly. Prilly nya aja yg berdiri terus duduk didepan ali, gak mau minggir lagi." Jawabnya. Mama eci hanya tersenyum

"Jangan ngeles terus deh li"
"Terus mama kenapa kesini?" Tanya ali pd mamanya
"Ah, eh. Anu. Prill, mama cuma bingung. Ko kamar nya ada dua ya? Emang prilly udh hamil li?" Tanya mamanya penuh curiga. Ali maupun prilly sama2 kaget saat mendengar penuturan mamanya.
"Ahh, anu mah.."

"Iya prilly udh hamil, baru satu bulan ko. Jd ali sengaja udh bikin kamar buat babynya" alasan ali yg memotong ucapan prilly dan membuat mama eci tersenyum lega.

"Akhirnya menantu mama hamill juga. Mama udh gak sabar nungguin cucu." Ucap mama eci yg sangat.. sangat begitu senang. Bukannya ali ingin membohongi mamanya. Ia tak ingin mamanya tau hal yg sebenernya. Tentu saja rentetan perkataan ali sukses membuat prilly cengo.
"Hamill?" Ucapanya tanpa suara. Ali hanya mengedipkan matanya.
"Udah ya mah, skrg mama keluar. Aku mau pakai baju." Pinta ali yg mulai bosan.
"Ok.ok. akhirnya lakuin apa yg mama mau li." Ucap mama eci yg pergi meninggalkan mereka berdua. Setelah mama eci benar2 keluar dan menutup pintu kamar ali, ali membuka suaranya. Dan itu menghentikan langkah prilly yg sempat ingin pergi dr kamar.

"Kamu lakuin aja apa yg aku ucapkan! Aku gak ingin mama tau klo kita pisah ranjang. Dan lo! Jgn coba2 ngadu ke mamah!" Ancamnya dg telunjuk yg ia arahkan ke wajah prilly. Prilly hanya mengangguk lalu pergi keluar kamarnya. Terkadang prilly suka bingung terhadap ali.

Kadang ia menggunakan kata "aku-kamu" dan kadang juga "lo-gue" bahakan kadang lembut dan kadang kasar maupun fisik ataupun lisan.
.

-ToBeContinued!!

Sampai disini dulu cerbungnya, kalau suka tinggalkan komentar, dan saya akan melamkljutkannya lagi.

Cerbung aliando & prilly | remember of rain part 3

Cerbung aliando & prilly | remember of rain

Remember Rain
part 3

#min_ayay

Note: jangan lupa tinggalkan komentar sebelum dan sesudah baca😉.
.
Matahri terus saja menerobos celah jendela kamar milik beralis tebal serta bulu mata lentik. Ya, siapa lagi kalau bukan aliando, suami dari prilly.

Ali meraba tempat disebelahnya, tak ada org yg menaminya ketika tidur ternyata. Ali memang tidur misah dengan prilly, tapi kenapa lg malam ia merasakan sosok prilly sedang tidur disebelahnya? Apa mungkin ia mimpikan prilly? Tapi, sejak kapan dia memimpikan prilly?!! Ahhh kenapa semuanya seperti ini? Kenapa prilly berani menanyakan kenapa ali tak menceraikannya?!

Kenapa prilly berfikir sampai kesitu? Ali menangis untuk yang pertama kalinya. Ia pun tak tau kenapa ia menangis, apalagi mengingat kejadian malam prilly memintanya menceraikannya, hatinya begitu sesak ketika prilly melontarkan kata2 itu. Perkataan prilly semalam sukses terputar seperti kaset di otaknya.
.
'Akhhh!!!!' Erangnya sambil menjambaki rambutnya yg tebal itu. Ia pun mencari sosok prilly yg semalam ia tinggalkan di dapur sendiri.
.
"Prilly!!" Teriaknya sambil berkacak pinggang. Tak ada jawaban apapun dari dalam dapur. Ali pun membuka knop pintu secara perlahan. Dibukanya pintu itu, dan menampilkan sosok bidadari tak bersayap sedang tergeletak di lantai. Ali langsung menghampirinya. Prilly terlihat lemas bak org tidak dikasih makan setiap hari.
"Prilly? Hey! Bangun!" Ucapnya sambil menepuk pelan pipi chubby prilly. Selang beberapa menit, prilly tak kunjung bangun. Di tempelkan punggung tangannya pd kening prilly.
.
"Prill? Lo demam knp gak bilang si? Kalo lo sadarkan lo bisa ambil sendiri obatnya! Dan gue? Gak harus repot-repot gendong lo!" Ucapnya terhadap prilly yg terkulai lemas dilantai. Tanpa ali rasakan, mimik wajahnya menampakan rasa iba terhadap prilly. Akhirnya ali menggendong prilly kekamarnya.

Satu persatu ia menaiki tangga dan pelan-pelan, karena jujur saja biarpun prilly mungil tetap badannya terasa berat ketika diangkat. Ali menggendong prilly bak anak kecil sedang digendong *tau kan? ali menggendongnya dg posisi prilly dan ali saling berhadapan *awww😂jan gesrek yeh! ali membukakan pintu kamarnya, dan pintupun terbuka.

Dengan buru-buru ali menaruh prilly diatas kasur king sizenya. Hampir saja prilly jatuh, jika ia tak cepat sampai. Kaki ali terselandung karpet saat berlari kecil, untung dirinya sudah jatuh kekasur. Dan!!! Ia melirik kebawah, kini posisinya ali menindihi prilly hingga prilly mengernyit.
"Awhh!!" Ucap prilly sambil membuka matanya. Ia terkejut saat mendapati ali diatasnya.
"A-a- ali? Kam.."
"Suttt!! Kita kan udh sah prill!"
"Tap-tapii kan li?"
.
.
Ali semakin mendekatkan wajahnya pd wajah prilly.
.
"Ali!!" Ucapnya sambil menutup mulut ali. Ali tak memperdulikannya. Iya semakin mendekat...
.
mendekat
.
Dekatt
.
Lebih dekat
.
Semakin dekat
.
.
.
Dan !!!!!!!!!!!!!!!!!!
.
"Haciiim!" Prilly bersin ketika ali yg semakin dekat. Sontak kejadian itu membuat ali bangun dr tubuh prilly! Ia pun melirik prilly dg gerogi.
.
"Bilang dong kalo kamu lg flu.Terus gak sopan lagi bersin di depan muka suami."
"Hehe, maaf aku keceplosan li"
"Kamu udh mendingan kan? Yaudh sana pergi!" Titahnya tanpa melihat wajah prilly, pasti ali malu dg kejadian yg gagal barusan. Pipi prilly memerah ketika ali mendekatkan wajahnya, dan ia pun langsung pergi dari kamar ali utk menahan rasa malunya. Setelah prilly benar2 hilang dr kamarnya ali mengoceh sendiri.
.
"Apa yg gue lakuin barusan? Jadi gue kan yg malu!"
"Ahhh, gue emg bodoh!"
"Tapi gue lakuin itu supaya prilly hamil, dan gabakal minta cerai sama gue!"
"Ahhh tapi knp gue nekat sih?!"
"Seharusnya gue senend dong klo cerai dari dia?"

"Akhh!!! Pusing kepala gue!" Ocehnya sambil menggaruki kepalanya yg tak gatal.
.
.
Dari arah luar prilly mengelus dadanya.
"Selamat! Untung td gue bersin ada bagusnya juga.
Hehe" tawanya pelan sambil mengatur nafasnya. Prilly berjalan lari ke dapur untuk mengambil obat. Ia masih saja terrawa ketika melihat wajah ali yg kena semburannya alias bersin dan author pun bilang.

To Be Continue!!!

Cerbung aliando & prilly | remember of rain part 1

Cerbung aliando prilly | remember of rain
Remember Rain

part 1
#RR_Ayay
#RR01
.

"Prilly!!!!!" Sentak ali dari dalam kamar. Ali, Aliando syarief adalah suami prilly, Prilly latuconsina.
Meskipun sudah hidup 6 bulan bersamanya, prilly tidak pernah mendapat perlakuan yang selayaknya para istri dapatkan.

Prilly solah olah pembantu, yang membangunkannya tiap pagi untuk pergi berangkat kerja, mengepel, menyapu dan kegiatan rumah lainnya.
Walaupun seprti itu, prilly tetap sabar melakukannya karena itu adalah tugas seorang istri yaitu melayani suami.

Walaupun sudah hidup bersama selama 6 bulan, ali tidak pernah menyentuhnya sama sekali. Bisa dibilang, kini prilly masih gadis prilly pun berjalan menghampiri ali yang sedari tadi berteriak. Perlahan knop pintu dibukanya.
.
"A-a ada apa?" Tanya nya gugup saat melihat tatapan ali yang sengit solah ingin membunuh. Prilly pun mendekatinya dengan langkah perlahan.
.
"Bisa gak, kalo dipanggilin itu langsung dateng? Bisa gak? Lo punya kuping gak budek kan? Gak kan!!!!" Bentaknya sambil berkacak pinggang dan menatap prilly dengan tatapan hampir membunuh bila kesabarannya sudah sampai batasnya! Prilly menahan isak tangisnya, ia tak ingin terlihat cengeng dan tak ingin pula bila ali harus mengeluarkan kata2 kasar lagi saat ia tau bahwa prilly menangis.
.
"Maaf! Tadi aku lagi didapur. Jadi gak denger kalo kamu panggil aku!" Ucapnya sambil menahan butiran air matanya.
"Gak usah banyak alesan! Bilang aja lo udah males urusin gue lagi?! Iya kan?!!" Sentaknya sekali lagi.
"Gue gak mau ambil pusing! Mending daripada lo diem disitu sambil nahan air mata lo yg lemah itu. Sekarang cepat bikinin gue teh hangat!!!" Sambungnya sekalilagi.
Prilly hanya bisa mengangguk sambil menahan isak tangisnya. Sebegitu benci kah ali padanya? Memang apa salahnya? Mengapa ali harus nerima perjodohan itu?! Mengapa ia tak bisa melerainya? Kalau tau akan terjadi seperti ini, mungkin prilly tdk akan memerima perjodohan itu. Ah, sekalilagi takdir dan nasib. Takdir yang memeprtemukan mereka dan nasib seperti inilah yang prilly terima, yaiti diperlakukan seolah pembantu.
.
Prilly melirik kesana dan kesini untuk mencari gula, namun nihil. Ternyata gula sedang kehabisan stock! Bagaimana ini?! Sedangkan ali sedang menunggunya. Akhirnya prilly pun memberanikan diri untuk menemui suaminya.
.
Dengan langkah perlahan, sekaligus menyiapkan mental. Perlahan dibukanya kembali knop pintu itu tanpa ada nampan ataupun minuman yang dibawanya.
"Ali gula habis, aku lupa beli stock gu.." belum sempat prilly melanjutkan kata2nya, dgn cepat ali langsung memotongnya.
.
"Terus kenapa kalo gula habis? Ko tuh gula bisa habis? Lo kemanain tuh uang belanja, atau jangan2 uang belanja lo pake buat jalan bareng temen2 lo! Iya kan?!" Bentaknya.
"Nggak li, aku beneran gak ngecek perlengkapan didapur" ucapnya sambil menitik air mata. Prilly sudah tak kuasa menahan isak tangisnya yang sedari tadi. Yg ditahan akhirnya buncah juga dan itu membuat ali semakin membencinya.
.
"Hapus air mata sialan lo itu! Gue gak suka liat air mata buaya andalan lo itu! Itu gak mempan buat gue merasa iba sama lo!" Ucap ali sambil menunjuk dengan telunjuknya ke arah hidung prilly.

"Dan satu lagi, gue gak mau denger alesan apapun! Sekarang lo pergi ke warung buat beli gula!" Lanjutnya.
"Tapi diluar hujan li."

Ucapnya dengan air mata yg semakin deras membelai pipi chubby nya. "Gue gak mau denger alesan apapun dari lo. Mau ujan ke, nggak ke itu ya derita lo!" Ucapnya sambil mendorong tubuh mungil prilly keluar.
.
-To Be Continue!